Perkembangan Media Radio Di Indonesia

Media Radio – Pada hari ini saya akan membahas artikel tentang Perkembangan Media Radio Di Indonesia, kita mungkin tahu apa itu radio, radio adalah media audio visual yang di pekenalkan pada negara – negara lain pada tahun 1920. Di indonesia sendiri baru diperkenalkan pada tahun 1934, melalui organisasi penyiaran NIROM (Neder-lansche Radio Omroop Maatschapy) di batavia pada zaman dahulu itu daerah ibu kota DKI jakarta dikenal seperti itu.

Stasiun radio  yang dulu terkenal

Pada zaman dahulu banyak sekali stasiun radio – radio amatir yang beroprasi di kota – kota besar di jawa adalah sebagai berikut:

  1. Tahun 1934 Mataramsche Vereniging Radio Omroop (MVRO) di Yogyakarta.
  2. Tahun 1934 Veregining Omroop Radio Luisterance (VORL) di Bandung.
  3. Tahun 1934 Eersche Madioensche Radio Omroop (EMRO) Di Madiun.
  4. Tahun 1936 Radio Semarang (RS) di Semarang. Di luar Jawa baru muncul pada tahun 1938. Di kota padang berdiri siaran radio amatir dengan nama, Amateur Radio Omroop (AROP).

Hal tersebut menunjukan bahwa di negara berkembang seperti di Indonesia, radio lebih menguntungkan bila di bandingkan dengan media lainya. Persoalannya hanya pada masalah teknik. Di samping itu, media massa yang berkemampuan membawa informasi aktual sangat di perlukan sebagai sarana komunikasi. Melalui informasi / pendidikan non formal, perhatian komunikan dapat di rangsang dan arahkan pada persoalan tertentu. Melalui pengulangan penyiaran, serta dengandiperluas oleh media yang sama atau media lainya, menyebabkan pengetahuan masyarakat kian berkembang. Karena itu radio merupakan saran yang pas dan tepat pada masa tersebut.

Dibuatnya Peraturan tentang Radio oleh Pemerintah RI

Seiring berjalanya waktu pada tahun 1970. Pemerintah RI membuat peraturan No. 55/ 1970 antara lain bahwa:

  1. Radio siaran non pemertintahan harus berfungsi sosial dan tidak dipergunakan sebagai alat untuk kegiatan politik.
  2. Pengawasan atas penyelengaraan radio siaran dalam rangka pengamanan, keamanan dan ketertiban umum intansi di Daerah.
  3. Bila sangat perlu maka menteri penerangan dapat mengusulkan kepada menteri hubungan untuk mencabut izin radio siaran yang telah diberikan, apa bila badan penyelengaraan radio siaran tidak memenuhi syarat syarat yang telah di tetapkan.

Namun melihat seiring berjalanya waktu, sekarang radio ini sudah jarang sekali di pergunakan kepada banyak orang, hanya segelintiran orang saja yang masih mempergunakan radio. sekarang orang – orang lebih banyak sekali menggunakan televisi dan Internet akibat perkembangan zaman kian hari terus berubah.

Mungkin hanya sampai disini sajah artikel saya kurang lebihnya saya minta maaf apa bila ada kekurangan dan kesalahan kata. Dan jangan lupa like  dan view berserta kirimkan kometar kalian di kolom bawah ini. Cukup sekian dan terima kasih.

Baca Juga : Teknologi Yang Diprediksi Akan Trend Di 2018

candywijaya

lebih baik di lakukan dari pada tidak sama sekali.