Optimisme Membawa Keberhasilan

Optimisme Membawa Keberhasilan – Dalam artikel saya kali ini, saya akan mengulas tetang optimis membawa keberhasilan. Sikap optimis ini selalu berkaitan erat dengan kestabilan jiwa dan kekuatan percaya diri. Ia tidak akan bisa bertahan kecuali dalam satu kondisi, yakni ketika orang yang memilikinya dapat mengetahui betul tentang dirinya sendiri, kemampuanya, dan keahlianya. Diapun sadar betul dalam memahami perilaku keseharianya, baik secara pribadi maupun bermasyarakat.

Saya mendapatkan refrensi dari sebuah buku yang menjelaskan bahwa ada 2 klasifikasi yaitu:

  1. Optimisme yang tidak terkontrol: sikap ini membawa sesorang pada sikap yang beda. Terkadang sikap ini didasarkan pada hal – hal yang irasional.
  2. Optimis yang terkontrol: sikap ini membawa sesorang pada kesungguhan. Dia akan serius dan lebih berhati-hati dalam bertindak. Inilah sikap optimisme yang menyelamatkan anda. Ia bisa membersihkan noda pikiran anda, Ia pun akan mengarahkan anda pada aktifitas positif dan bermanfaat. Kaitanya dengan potensi diri, ia akan mengumpulkanya agar dapat membuahkan hasil. Kemudian ia kerahkan semuanya sekaligus dalam bentuk ketekunan yang terkontrol. Karena itu ia mampu menambah rasa percaya diri dan berpikir rasional dan itulah yang di butuhkan setiap orang.

Apa itu Optimime terkontrol ?

Optimime yang terkontrol bukanlah emosi, sebagaimana yang diklaim orang banyak. Bukan juga kondisi jiwa yang terkadang menghantui atau menakuti perasaan. Sebenarnya ia adalah suatu sikap dari semua sikap yang ada dalam manusia yang terseleksi oleh akal.

Orang yang pesimis akan meletakan senjatanya sebelum perang dimulai. Hal itu karena dipacu oleh sebuah asumsi bahwa perang itu akan berdampak buruk baginya sehingga secara otomatis dan berasumsi melemahkan rasa percaya dirinya. Tapi berbeda sekali dengan orang yang optimis dia akan percaya apapun yang dia miliki dan sehingga dapat memenangkan peperangan tersebut. Maksud dari kata saya mengambil makna kata – kata peperangan tersebut adalah rasa malas dan rasa takut gagal yang berada didalam diri (baca : 5 Cara Mengusir Rasa Malas Dan Menanamkan Semangat Belajar).

optimis itu bukan merupakan hadiah atau anugrah

Sikap optimis itu bukan merupakan hadiah atau anugrah. Ia bagaikan sekuntum bunga yang mewangi atau buah buahan yang enak dan bergizi. Ia muncul setelah benihnya tertanam dalam akal, hati, dan jiwa. Benih tersebut akan tumbuh besar dengan pemeliharaan yang dilakukan secara terus menerus. Itulah hasil dari keuletan dan kesungguhan.

Bagi temen temen yang ingin berhasil maka sikap optimis inilah yang harus kalian tanamkan pada diri kalian. Semoga artikel saya ini bisa bisa bermanfaat buat kalian semua pliss jangan lupa like and komentar di kolom bawah ini apa bila ingin memberikan saran ataupun kritikan yang baik. Cukup sekian dan terima kasih.

candywijaya

lebih baik di lakukan dari pada tidak sama sekali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *